TUGAS ERP


Implementasi ERP pada PT. SEMEN GRESIK

Latar Belakang 
PT. Semen Gresik adalah perusahaan bergerak di industri semen, yang didirikan sejak tahun 1957. Walau PT. Semen Gresik bergerak di bidang industri semen, namun PT. Semen Gresik menyadari bahwa perusahaan membutuhkan sebuah sistem informasi IT yang kompleks untuk meningkatkan kinerja perusahaan mereka.
Pada bulan Juni tahun 2001, ERP mulai diaplikasikan untuk mendukung bisnis proses yang ada di Semen Gresik dengan penerapan pertama kali dilakukan di bagian finansial. Dengan berjalannya waktu, implementasi dilakukan di bagian penjualan dan kemudian di bagian manufakturing.
Semen Gresik sebenarnya telah menggunakan aplikasi buatan sendiri (in-house development) berbasis program Foxbase dan database Sybase sejak 1989, namun aplikasi ini tidak begitu efektif untuk menunjang kinerja PT. Semen Gresik. Aplikasi ini juga tidak membuat bagian-bagian dalam PT. Semen Gresik terintegrasi satu sama lainnya. Oleh karena itu untuk meningkatkan tingkat efektifitas dan  efisiensi kinerja di PT. Semen Gresik, maka pada Oktober 2000 dibentuklah Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik untuk merealisasikan impian PT. Semen Gresik.
Ada beberapa hal yang melatar belakangi Semen Gresik untuk mengimplementasikan ERP,yaitu:
  1. Kebutuhan ‘Back Bone System’ yang kuat dan mampu memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu.
  2. Kebutuhan integrasi sistem informasi Semen Gresik Group (SSG) guna mendapatkan sinergi yang lebih optimal. Faktor-faktor yang mendorong adanya kebutuhan integrasi tersebut diantaranya adalah :
ü  Bergabungnya Semen Tonasa dan Padang sebagai subsidiary Semen Gresik (distributor) Semen Gresik tersebar di wilayah Jawa-Bali sehingga membutuhkan sistem tersentralisasi untuk pengiriman ordernya agar order dapat segera diproses dan dipenuhi.
ü  Jaringan distribusi Semen Gresik memiliki dua pabrik, dua puluh tiga gudang penyangga, seratus dua puluh distributor dan empat puluh Ekspeditur. Order dari distributor dapat dipenuhi dari pabrik maupun gudang penyangga sehingga perlu sistem informasi yang terintegrasi diantara pabrik, gudang dan distributor.
ü  Jaringan pengiriman semen sangat kompleks dan melibatkan Ekspeditur untuk menyelenggarakan jasa transportasi di Semen Gresik, menyebabkan kebutuhan untuk mengintegrasikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pengiriman barang terutama dengan pihak Ekspeditur.
Proses Implementasi ERP pada PT. Semen Gresik
Berikut ini adalah tugas Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik :
a)      Mendefinisikan rencana proyek yang realistis dan melaksanakan perubahan   proses bisnis sesuai tujuan perusahaan.
b)      Melaksanakan tahap-tahap pengembangan dan penerapan sistem dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
c)      Mengusulkan penunjukan konsultan dan penetapan platform Sistem Informasi Perusahaan.
d)     Menyusun rencana anggaran dan melaporkan realisasi biaya proyek.
e)      Melaksanakan pengadaan barang dan jasa dalam batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh direksi.
f)       Membuat laporan manajemen secara berkala dan menyusun dokumentasi  proyek.
Setelah melalui proses cukup panjang — memakan waktu hampir 1,5 tahun — Semen Gresik akhirnya memutuskan memakai solusi ERP JD Edwards. Alasannya, solusi ini merupakan solusi Best Practice, serta cukup fleksibel dan mudah diimplementasikan. Bahkan, beberapa pemain semen terbesar di dunia menggunakan solusi ini, seperti Lafarge, Cemplank, Argos, Cockburn Cement, Cruz Azul, Calme Cementi, Ferrobeton.
Sebelum diimplementasi, Tim Proyek meneliti lebih jauh calon user (stakeholder analysis) selama hampir empat bulan. Salah satu tujuannya: mengetahui sejauh mana tanggapan dan apresiasi mereka terhadap sistem baru yang akan segera diimplementasi. Hasilnya, beberapa calon user di sejumlah departemen memang ada yang menunjukkan resistensi terhadap perubahan, namun secara umum banyak yang menerima terhadap solusi ini.
Proses selanjutnya adalah perusahaan membeli beberapa perangkat hardware yang mendukungnya. Pada saat yang hampir bersamaan, perusahaan membangun jaringan LAN/WAN ke seluruh cabang hingga ke gudang-gudang yang tersebar di beberapa lokasi dan proses ini saja memakan waktu hingga dua tahun.
Proses implementasi modul-modul ERP ini, dimulai pada November 2000. Modul Maintenance, Inventory dan Purchasing bisa go live Oktober 2001. Menyusul kemudian modul Finance pada Januari 2002, dan terakhir modul Sales Order & Transportation bisa diselesaikan pada Juli 2002.
Proses impelementasinya dilakukan secara bertahap atas pertimbangan efektivitas. Pada fase ini, Semen Gresik dibantu oleh konsultan Berca Hardaya Perkasa dan Praweda. Ada sekitar 60 orang yang terlibat pada fase ini: 10 tenaga TI, dan sisanya terdiri dari para user dari berbagai departemen. Hal yang paling rumit terjadi adalah pada saat implementasi modul Sales Order & Transportation karena untuk modul ini, para user-nya tidak hanya dari kalangan internal, tapi juga berbagai mitra bisnis, seperti para buyer (distributor), toko-toko, dan perusahaan ekspeditur/transporter (pengangkut semen) yang jumlahnya sekitar 100 dan tersebar dari Serang, Madura hingga Bali. Sehingga kendalanya justru terletak pada sisi SDM-nya, bukan pada sistemnya. Oleh karena itu, sebelum implementasi, dilakukan proses sosialisasi. Antara lain, dengan mengumpulkan seluruh distributor dan memberikan briefing kepada mereka. Setelah proses implementasi selesai, dilanjutkan dengan tahap internalisasi (bersifat teknis): tim TI Semen Gresik mendatangi para distributor di tiap daerah satu per satu.
PT. Semen Gresik harus mengeluarkan dana sekitar Rp 46 miliar lebih. Namun, biaya sebesar itu tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan sistem dan infrastruktur di Semen Gresik, tapi juga mencakup Semen Padang dan Semen Tonasa.
Anggaran Implementasi ERP di Grup Semen Gresik:
1.      Perangkat lunak JD Edwards termasuk lisensi: Rp 7,3 miliar.
2.      Perangkat keras (server & client), Database dan Jaringan: Rp 30 miliar.
3.      Jasa Konsultan: Rp 5,2 miliar.
4.      Pendidikan dan Latihan: Rp 2,9 miliar.
5.      Umum & Administrasi: Rp 800 juta.
6.      Tata Ruang: Rp 400 juta.
Dalam mengimplementasikan ERP di Semen Gresik, beberapa aspek teknis yang dilakukan oleh departemen Information Technology (IT) diantaranya :
a)      Mengimplementasikan sofware J.D.Edwards
b)      Membangun sistem jaringan komputer (LAN/WAN)
c)      Membangun infrastruktur server dan database
d)     Membangun tata ruang sistem informasi
e)      Menyusun dokumentasi sistem.
Sedangkan aspek non teknis yang dipertimbangkan oleh departemen IT pada khususnya serta perusahaan pada umumnya dalam menyongsong implementasi ERP adalah :
Ø  Komitmen manajemen agar implementasi berhasil sehingga yang dipertimbangkan tidak lagi apakah Software tersebut yang ”The Best”.
Ø  Proses mapping dilakukan karena bisnis proses J.D.Edwards ternyata tidak sama dengan bisnis proses yang dijalankan Semen Gresik. Dari proses mapping ini ada dua kemungkinan yaitu bisnis proses semen Gresik mengikuti J.D.Edwards atau sebaliknya. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah mengkaji efek dalam jangka panjang dan pendek terhadap pemilihan bisnis proses yang akan dipakai. Sebagai contoh proses pengadaan barang diputuskan oleh Semen Gresik untuk mengikuti bisnis proses J.D.Edwards.
Ø  Perubahan bisnis proses dan implementasi ERP menyebabkan perubahan-perubahan dalam struktur organisasi berupa bertambahnya job discription dan unit-unit kerja baru yang berfungsi untuk mendukung implementasi ERP.
Ø  Aplikasi ”Change Management” untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dengan adanya implementasi ERP.
Kendala dalam Implementasi ERP
Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak Semen Gresik dalam implementasi dikategorikan menjadi 3 aspek :
  1. Teknis, diantaranya masalah bahasa dan perubahan dari model hard copy menjadi model display. Penggunaan Software ERP menuntut terminologi istilah yang sama sehingga istilah-istilah dalam produksi, penjualan, dan lain-lain yang digunakan di Semen Gresik harus dirubah sesuai istilah-istilah dalam ERP yang berbahasa Inggris. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen secara tradisional dilakukan dengan menggunakan model hard copy dimana Manajer menandatangani tumpukan kertas yang dimejanya dipaksa untuk membuka komputer karena proses Approval dilakukan melalui media tersebut (model display).
  2. Budaya, implementasi ERP yang berbasis penggunaan teknologi menuntut perubahan-perubahan yang harus dilakukan karyawan diantaranya harus aware terhadap penggunaan software tersebut (sebagai contoh selalu update data).
  3. Politik, kendala yang menghambat implementasi berasal dari dalam tubuh departemen IT sendiri dan dari luar departemen.

o   Sebagian besar karyawan IT merasa pekerjaannya akan hilang karena digantikan oleh sistem tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum penerapan sistem ERP, bagian IT inilah yang bertanggung jawab untuk membuat aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan user disemua departemen. Beberapa karyawan di luar departemen IT juga merasa terancam dengan berkurangnya kekuasaan karena sebagian pekerjaan akan dilakukan oleh software ERP.
o   Dengan alasan politis tertentu, beberapa unit kerja yang sebenarnya bisa dihapus dengan penerapan J.D.Edwards tidak dapat dilakukan.
o   Keengganan user atau karyawan departemen lain pada saat diimplementasikan software karena adanya unsur ”ketidakpercayaan” terhadap departemen IT. Ketidakpercayaan tersebut timbul karena ketakutan bahwa data-data atau laporan-laporan rahasia mereka akan diketahui oleh bagian IT selaku administrator.
Untuk mengatasi kendala tersebut, ada beberapa hal yang telah dilakukan pihak Semen Gresik :
§  Implementasi Change Acceleration Project (CAP) untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dalam implementasi ERP.
§  Pendekatan dengan user sebelum penerapan sistem ERP melalui presentasi-presentasi untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan implementasi sistem tersebut.
§  Pengembangan Sistem Recovery dalam Implementasi ERP.
Hasil Implementasi ERP
Dengan implementasi yang telah dilaksanakan di Semen Gresik ada beberapa perbaikan yang diperoleh diantaranya :
v  Mempercepat proses order dari distributor sehingga membantu meningkatkan penjualan semen.
v  Mempercepat waktu pembuatan laporan keuangan, dari sebelumnya per tanggal lima belas menjadi tanggal lima sudah tercetak semua laporan.
v  Meningkatkan keakuratan informasi
v  Proses bisnis yang berlangsung di perusahaannya jauh lebih efisien. Semua proses bisnis di berbagai departemen sudah bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
v  Dari sisi produktivitas karyawan, terjadi peningkatan yang mengacu pada survei internal perusahaan, setelah 6 bulan sistem baru itu go live, umumnya user mengaku puas.

Kesimpulan
·         Implementasi ERP pada perusahaan dapat memberikan banyak keuntungan asalkan mampu diimplementasi dengan baik. Namun implementasi ERP merupakan investasi jangka panjang, dimana pada awal implementasi perusahaan harus mengeluarkan modal yang sangat besar dan ROI dapat dirasakan tidak dalam waktu dekat.
·         Dapat disimpulkan beberapa faktor kunci kesuksesan implementasi ERP di PT. Semen Gresik, yaitu : bisnis proses yang matang, manajemen perubahan yang baik, komitmen mulai dari level manajemen sampai ke user, dan perubahan budaya organisasi. PT. Semen Gresik berhasil mengintegrasikan perubahan dengan mempertimbangkan business process, people dan IT.

TUGAS 2 ILMU BUDAYA DASAR


Perselisihan Antara Orangtua dengan Anak dan Bagaimana Cara Mengatasinya



Perselisihan dengan anak dapat terjadi karena adanya pengendalian yang berlebihan, perbedaan pemahaman, perbedaan pribadi, perasaan salah dimengerti, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Artikel ini membahas beberapa cara yang tidak tepat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, antara lain: menghindar, mengalah, dan kompromi. Terakhir, diberikan 14 cara praktis untuk memecahkan perselisihan.
Kehidupan rumah tangga pasti tidak akan terlepas dari masalah yang sering kali menimbulkan perselisihan antar sesama anggota keluarga. Perselisihan (cekcok) bisa terjadi antara suami dan istri, maupun antara anak dengan orangtua. Menurut Dr. Carol Rubin, instruktur klinik dari Fakultas Medis Harvard, perselisihan dalam keluarga terjadi karena beberapa faktor, di antaranya seperti berikut ini.
  1. Perselisihan terjadi karena ada pengendalian yang berlebihan. Orangtua yang mengendalikan anaknya secara berlebihan adalah orangtua yang cenderung untuk selalu memaksakan kehendak dan tidak membiarkan anak untuk berpikir dan merealisasikan dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan anak merasa tidak nyaman dan perselisihan pada suatu saat akan meledak.
  2. Perselisihan terjadi karena perbedaan pemahaman. Orangtua harus menyadari ada perbedaan masa antara masa lalu dengan masa sekarang. Pola pikir dan pola hidup anak sekarang berbeda dengan masa lalu. Perselisihan sering terjadi karena masalah-masalah sepele. Sepanjang pemahaman anak tentang moral dan budi pekertinya benar maka biarlah anak menentukan pola dan gaya hidupnya sendiri.
  3. Perselisihan terjadi karena perbedaan pribadi. Setiap orang memiliki karakter dan temperamen yang berbeda. Sebagai orangtua kita harus memahami hal ini. Kalau kita menghargai anak kita sebagai pribadi yang utuh dan beda dengan kita maka kelak anak tersebut akan menghargai sesamanya.
  4. Perselisihan terjadi karena perasaan salah dimengerti dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Jangan menjadi orangtua yang terlalu cepat mengambil keputusan dan menganggap anak bersalah. Kita harus belajar memahami mengapa perselisihan terjadi antara kita dengan anak kita. Orangtua sering kali tidak menyadari bahwa anak memiliki kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk mendengar dan menanggapi dengan benar ungkapan hati anaknya.
Pola yang Tidak Membawa Hasil
Beberapa pola yang tidak membawa hasil maksimal dalam menyelesaikan perselisihan.
  1. Menghindar.
    Saat perselisihan terjadi dengan anak jangan meninggalkan dan membiarkan anak begitu saja. Dr. Scott Stanley mengatakan: "Hal terburuk dapat terjadi bila di dalam keluarga yang mengalami perselisihan terjadi kebungkaman dan sikap menjauhkan diri." Hal ini menyebabkan anak akan mundur ke dalam dirinya sendiri dengan dua konsekuensi yang bertolak belakang, yaitu:
    1. Ia akan menganggap dirinya yang paling benar dan akan berusaha mempertahankannya apabila cekcok terhadap hal yang sama timbul lagi.
    2. Anak juga bisa menganggap dirinya berada pada pihak yang salah dan kalah. Hal ini menyebabkan anak tidak mampu mengembangkan inisiatif maupun pendapatnya sendiri dengan baik karena menganggap ia pasti salah dan orangtua selalu benar.
  2. Mengalah.
    Orangtua merasa dirinya menang karena anak mengalah atau anak merasa dirinya kalah. Demikian pula sebaliknya. Akhirnya hubungan yang terbina akan selalu diwarnai dengan sikap menang atau kalah.

  1. Kompromi.

    Ini hanya solusi yang bersifat sementara karena masih ada situasi kalah atau menang. Hal ini kerap menyebabkan terjadinya kompromi antara kebenaran firman Tuhan dengan pola pikir yang bertentangan dengan firman Tuhan.
Kita harus mendorong anak kita untuk mau menyelesaikan perselisihan di bawah terang firman Tuhan. Kita harus menanamkan pemahaman bahwa setiap orang harus mau dikoreksi dan tunduk kepada firman Tuhan. Orangtua harus menjadi teladan sebagai pelaku firman apabila ia ingin perselisihan yang terjadi dapat diselesaikan sesuai dengan firman Tuhan.
Empat Belas Cara Pemecahan Praktis
Cara pemecahan praktis menurut Dr. Garry Smalley adalah sebagai berikut.
  1. Jelaskan dengan benar dan tuntas apa yang menjadi pokok permasalahan kepada anak kita.
  2. Tetap berpegang pada masalah yang sedang dibahas jangan mengungkit masalah yang sudah berlalu.
  3. Pelihara sebaik-baiknya kontak fisik secara lemah lembut.
  4. Jangan menggunakan kata-kata kasar kepada anak.
  5. Hindari perkataan-perkataan seperti: "Kamu tidak seperti anak itu", "Kamu tidak akan...", "Kamu selalu...", dan sebagainya.
  6. Jangan menggunakan pernyataan yang berlebihan seperti: "Kamu seperti ayah/ibumu atau kamu menjadi anak setan...", dan sebagainya.
  7. Jangan memaki.
  8. Hindari pernyataan yang berkuasa dan tindakan. misalnya: "Kamu tidak akan mendapat uang", "Kamu tidur di sana nanti malam", "Saya benci kamu", dan sebagainya.
  9. Jangan sering berlaku diam.
  10. Katakan perasaan yang terluka sebelum melanjutkan pembicaraan tentang perselisihan.
  11. Perselisihan jangan sampai didengar oleh orang lain.
  12. Apabila terjadi perdebatan gunakan cara komunikasi yang sesuai dengan alur logika dan jangan pernah mengatakan, "Pokoknya harus begini! Titik."
  13. Jangan menyelesaikan masalah dengan sikap kalah atau menang. Gunakan cara "win-win solution" (kedua pihak menang).
  14. Cerminkan rasa hormat dalam kata-kata maupun dalam tindakan kepada anak kita.

    Sumber : 

    Perselisihan Antara Orangtua dan Anak dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Perselisihan dengan anak dapat terjadi karena adanya pengendalian yang berlebihan, perbedaan pemahaman, perbedaan pribadi, perasaan salah dimengerti, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Artikel ini membahas beberapa cara yang tidak tepat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, antara lain: menghindar, mengalah, dan kompromi. Terakhir, diberikan 14 cara praktis untuk memecahkan perselisihan.
    Kehidupan rumah tangga pasti tidak akan terlepas dari masalah yang sering kali menimbulkan perselisihan antar sesama anggota keluarga. Perselisihan (cekcok) bisa terjadi antara suami dan istri, maupun antara anak dengan orangtua. Menurut Dr. Carol Rubin, instruktur klinik dari Fakultas Medis Harvard, perselisihan dalam keluarga terjadi karena beberapa faktor, di antaranya seperti berikut ini.
    1. Perselisihan terjadi karena ada pengendalian yang berlebihan. Orangtua yang mengendalikan anaknya secara berlebihan adalah orangtua yang cenderung untuk selalu memaksakan kehendak dan tidak membiarkan anak untuk berpikir dan merealisasikan dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan anak merasa tidak nyaman dan perselisihan pada suatu saat akan meledak.
    2. Perselisihan terjadi karena perbedaan pemahaman. Orangtua harus menyadari ada perbedaan masa antara masa lalu dengan masa sekarang. Pola pikir dan pola hidup anak sekarang berbeda dengan masa lalu. Perselisihan sering terjadi karena masalah-masalah sepele. Sepanjang pemahaman anak tentang moral dan budi pekertinya benar maka biarlah anak menentukan pola dan gaya hidupnya sendiri.
    3. Perselisihan terjadi karena perbedaan pribadi. Setiap orang memiliki karakter dan temperamen yang berbeda. Sebagai orangtua kita harus memahami hal ini. Kalau kita menghargai anak kita sebagai pribadi yang utuh dan beda dengan kita maka kelak anak tersebut akan menghargai sesamanya.
    4. Perselisihan terjadi karena perasaan salah dimengerti dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Jangan menjadi orangtua yang terlalu cepat mengambil keputusan dan menganggap anak bersalah. Kita harus belajar memahami mengapa perselisihan terjadi antara kita dengan anak kita. Orangtua sering kali tidak menyadari bahwa anak memiliki kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk mendengar dan menanggapi dengan benar ungkapan hati anaknya.
    Pola yang Tidak Membawa Hasil
    Beberapa pola yang tidak membawa hasil maksimal dalam menyelesaikan perselisihan.
    1. Menghindar.
      Saat perselisihan terjadi dengan anak jangan meninggalkan dan membiarkan anak begitu saja. Dr. Scott Stanley mengatakan: "Hal terburuk dapat terjadi bila di dalam keluarga yang mengalami perselisihan terjadi kebungkaman dan sikap menjauhkan diri." Hal ini menyebabkan anak akan mundur ke dalam dirinya sendiri dengan dua konsekuensi yang bertolak belakang, yaitu:
      1. Ia akan menganggap dirinya yang paling benar dan akan berusaha mempertahankannya apabila cekcok terhadap hal yang sama timbul lagi.
      2. Anak juga bisa menganggap dirinya berada pada pihak yang salah dan kalah. Hal ini menyebabkan anak tidak mampu mengembangkan inisiatif maupun pendapatnya sendiri dengan baik karena menganggap ia pasti salah dan orangtua selalu benar.
    2. Mengalah.
      Orangtua merasa dirinya menang karena anak mengalah atau anak merasa dirinya kalah. Demikian pula sebaliknya. Akhirnya hubungan yang terbina akan selalu diwarnai dengan sikap menang atau kalah.
    3. Kompromi.
    4. Ini hanya solusi yang bersifat sementara karena masih ada situasi kalah atau menang. Hal ini kerap menyebabkan terjadinya kompromi antara kebenaran firman Tuhan dengan pola pikir yang bertentangan dengan firman Tuhan.
    Kita harus mendorong anak kita untuk mau menyelesaikan perselisihan di bawah terang firman Tuhan. Kita harus menanamkan pemahaman bahwa setiap orang harus mau dikoreksi dan tunduk kepada firman Tuhan. Orangtua harus menjadi teladan sebagai pelaku firman apabila ia ingin perselisihan yang terjadi dapat diselesaikan sesuai dengan firman Tuhan.
    Empat Belas Cara Pemecahan Praktis
    Cara pemecahan praktis menurut Dr. Garry Smalley adalah sebagai berikut.
    1. Jelaskan dengan benar dan tuntas apa yang menjadi pokok permasalahan kepada anak kita.
    2. Tetap berpegang pada masalah yang sedang dibahas jangan mengungkit masalah yang sudah berlalu.
    3. Pelihara sebaik-baiknya kontak fisik secara lemah lembut.
    4. Jangan menggunakan kata-kata kasar kepada anak.
    5. Hindari perkataan-perkataan seperti: "Kamu tidak seperti anak itu", "Kamu tidak akan...", "Kamu selalu...", dan sebagainya.
    6. Jangan menggunakan pernyataan yang berlebihan seperti: "Kamu seperti ayah/ibumu atau kamu menjadi anak setan...", dan sebagainya.
    7. Jangan memaki.
    8. Hindari pernyataan yang berkuasa dan tindakan. misalnya: "Kamu tidak akan mendapat uang", "Kamu tidur di sana nanti malam", "Saya benci kamu", dan sebagainya.
    9. Jangan sering berlaku diam.
    10. Katakan perasaan yang terluka sebelum melanjutkan pembicaraan tentang perselisihan.
    11. Perselisihan jangan sampai didengar oleh orang lain.
    12. Apabila terjadi perdebatan gunakan cara komunikasi yang sesuai dengan alur logika dan jangan pernah mengatakan, "Pokoknya harus begini! Titik."
    13. Jangan menyelesaikan masalah dengan sikap kalah atau menang. Gunakan cara "win-win solution" (kedua pihak menang).
    14. Cerminkan rasa hormat dalam kata-kata maupun dalam tindakan kepada anak kita.

TUGAS 1 ILMU BUDAYA DASAR

ILMU BUDAYA DASAR

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menelusuri masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Yang mana istilah IBD tersebut dikembangkan pertama kali di Indonesia yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Istilah "Humanities" tersebut berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari "The Humanities" diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus terhadap sesama. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa "The Humanities" berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau disebut manusia berbudaya. Dan agar manusia tersebut menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu ilmu "The Humanities" dan tidak meninggalkan tanggungjawabnya dilain pekerjaan sebagai manusia itu sendiri.

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Adapun tujuan dari Ilmu Budaya Dasar, yaitu untuk pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan. Dan untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.  Agar tujuan tersebut bisa dicapai maka Ilmu Budaya Dasar diharapkan bisa :
1.      Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
2.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya.
3.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin.
4.      Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain sehingga diharapkan bisa lancer dalam berkomunikasi.
5.      Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah – masalah pemikiran perasaan serta perilaku  manusia.
6.      Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut mengembangkan, melestarikan budaya bangsa.

RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1. Manusia dan cinta kasih
     a. Kasih sayang
     b. Kemesraan
     c. pemujaan
2. Manusia dan Keindahan
     a. renungan
     b. kehalusan
     c. kesarasian
3. Manusia dan Penderitaan
     a. rasa sakit
     b. kesyahidan
     c. siksaan
     d. kesengsaraan
     e. neraka
4. Manusia dan Keadilan
     a. kejujuran
     b. pemulihan nama baik
     c. pembalasan
5. Manusia dan Pandangan hidup
     a. cita-cita
     b. kebajikan
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
     a. kesadaran
     b. pengorbanan
7. Manusia dan kegelisahan
     a. keterasingan
     b. kesepian
     c. ketidakpastian
8. Manusia dan harapan
     a. kepercayaan
     b. harapan
 
PENGERTIAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
- MANUSIA
Dalam ilmu eksakta, manusia dipandng sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologisyang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakanmakhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1) Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
    a. Jasad,
    b. Hayat.
    c. Ruh,
    d. Nafs.
2) Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
   
a. Id
    Merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.

b. Ego
    Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Superego
    Merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.


- KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukkan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Herkovis memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus.
Dalam sehari-hari istilah
kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.
E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.



UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan menmpunyai empat unsur, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kkuatan politik. Sedangkan Broinslaw Malinowski mengatakan unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
C.Kluckhohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan universal,yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian.
  
WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu,
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2. Kompleks aktivitas.
3. Wujud sebagai benda.

daftar pustaka
Mustopo, M. Habib; Manusia dan budaya kumpulan esay; Usaha Nasonal, Surabaya, 1990.
MP. Suyadi, Drs; Ilmu Budaya Dasar; Modul UT; PT Karunika, Jakarta, 1990.
Muhamad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990.
Soekanto Sorjono; sosiologi suatu pengantar; Rajawali Pers, Jakarta, 1990.


Rumor Butiran Debu


Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
Menepi menepilah menjauh
Semua yang terjadi di antara kita ooh
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu
(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu