CINTAI AKU 2 ATAU 3 KALI LAGI


siang berganti sore yang mengabdi
aku tak paham belum bisa hapus kau dari memori
apa dengan diam sejenak bisa melupakanmu manis ?
atau mengabaikan kau dengan tangis ?

sungguh itu bukan caraku membenam sedih
bukan juga gayaku siasati haru dikepala yang mendidih

ku alunkan lagu lagu maskulin sementara sirnakan luka dibatin
ajakan teman menari lupakan kau ditiap hari

ku sogok kawan mabuk arak tenggelamkan watak ini
sampai jalan tertatih-tatih hingga lupa akan perih yang kau hadiahi

ku telan ku teguk sampai menunduk manggut
mereka bilang A sampai Z pun aku cuma bisa ikut

sore tak lagi mengabdi giliran malam mencoba memberi arti
seandainya ku bisa cintai kau dua atau tiga kali lagi
dalam sehari akan kusuapi malam ribuan arti

Cerita Mengharukan tentang Ibu dan Anak


Kisah Mengharukan tentang Ibu dan Anak – Kisah Ibu Buta Yang Memalukanku – Kisah Sedih Mengharukan ini DB kutip dari sumber yang tercantum di akhir postingan ini. Dalam kisah ibu dan anak ini benar-benar sangat mengharukan sekali, dan jika Anda membaca sampai akhir cerita, pasti Anda akan merasa terharu dan sedih banget bahkan Anda sampai menangis.
Bagaimana tidak…??? Seorang ibu yang tulus mencintai anaknya, tapi lantaran mata ibunya yang satu buta, membuat anaknya justru tidak menyukainya. Dan yang lebih mengharukan lagi, si Anak justru merasa malu karena memiliki ibu yang buta.
Sampai suatu ketika, Anak ini menjadi sukses dengan kehidupan yang mewah, dan tidak ingat sama ibunya, tidak pernah merindukan ibu kandungnya. Ia Menjadi Durhaka. Tapi ibunya tidak mengutuk dia menjadi batu seperti halnya dalam kisah si malin kundang.
Lantas, bagaimanakah kisah selanjutnya….??? OK. Langsung saja Anda simak, Kisah Mengharukan tentang Ibu dan Anak “Ibu Buta Yang Memalukanku” berikut ini.
Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar
Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.
Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.
Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.
Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.
Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.
10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.
Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.
Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”
Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.
Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.
Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.
Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.
Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”
“OH…”
Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”
Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.

Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta
Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri….
Mudah-mudahan anak-anak kita kelak tidak seperti tokoh yang ada dalam kisah mengharukan ibu dan anak diatas. Sejelek-jeleknya orang tua kita, maka kita wajib untuk mencintainya, menyayanginya, menghormatinya.
sumber: Ibu dan Balita

Saat kau tak dpt mimpimu

Sadarlah .. Jika hanya harapan... 
Untuk apa di pertahankan ... 
Jika hanya mimpi ... 
Untuk apa di kau berlari ... 
Untuk apa jika hanya letih dan sakit yg kau dapat ... 
Untuk apa ...??? Jika smpai kau mlpaskan semua yg nyata ... 
Hanya demi mimpi yg tk pernah jadi mata ???? 

(dî BACA dan dî PAHAMI !!! ) اَللّهُ Sangat menyukai ???


Adaa 2 tetesan yg sangat ϑî sukai اَللّهُ :

1. TETESAN AIR MATA yg menangis karna takut kepada اَللّهُ .
2. TETESAN DARAH yg berjuang ϑî jalan اَللّهُ .

•| Hidup sangat singkat antara adzan dan sholat. LAHIR kita ϑî adzankan , dan meninggal kita ϑî shalatkan .
•| WAJAH CANTIK atau TAMPAN akan Pudar.
•| HARTA banyak akan tinggal .
•| KEKUATAN akan HILANG.

Hanya AMAL SHOLEH yg jadi kawan setia menemani kita . (˘⌣˘)ε˘`)

Galau

Bagi anda yg masih mendendam atas 
kesakitan yg anda terima dari sebuah 
pengkhianatan atau rasa 
ditinggalkan,.... 
Coba renungkan kalimat berikut ini 
"Cinta tidak pernah meminta, ia 
senatiasa memberi, cinta membawa 
penderitaan, tetapi tidak pernah 
berdendam, tak pernah membalas 
dendam. Di mana ada cinta di situ ada 
kehidupan; manakala kebencian 
membawa kepada kemusnahan." 
(Mahatma Ghandi) 
So,...??? 
Apakah benar rasa cinta yg kita miliki 
sebuah ketulusan saat sesuatu yg tidak 
kita inginkan terjadi dan dendam 
kesumat menjadi rasa sakit yang 
menghiasi diri kita sendiri ??? 
Dengan cara itu kita RUGI BEBERAPA 
KALI : 
1.Sudah kecewa 
2.Ditinggalkan 
3.Hati selalu jengkel ---> kita 
menghapus sendiri kebahagiaan kita 
4.Pikiran kita selalu berfikir kearah sana 
5.Memikirkan kapan saatnya REVENGCE 
(balas dendam)---> ini jd penyakit 
6.Tidak bersyukur dan banyak hal 
lainnya.... 
Coba rubah mindset saat "SAKIT" itu 
hadir, dan berfikir bahwa SAYA HARUS 
BANGKIT dan bisa memberikan BUKTI 
bahwa SAYA BISA BAHAGIA WALU 
TANPA DIA dan SAYA MEMANG PANTAS 
BAHAGIA !!! 
Akankah kau musnahkan kebahagiaan 
anda dengan dendam kesumat yg ga 
berkesudahan ??? 
Akankah kau tidak memaafkan 
kesalahan orang lain yang sebenarnya 
anda sendiri tidak tahu latar belakang 
yang sebenarnya ? 
Bagaimana jika anda dalam 
posisinya,... 
Dengan memaafkan ga hanya lisan 
namun juga hati dipaksa "NRIMO" 
maka itu adalah langkah awal kita 
untuk menggapai BAHAGIA yg kita 
sendiri ga tau dalam bentuk apa 
kedepannya bahagia itu hadir, biarlah 
ALLAH yg menguatkan kita dengan 
tasbih doa dan butiran bening air mata 
saat "LETIH" dan "LUKA" itu hadir dan 
tumpahkan diatas hamparan sajadah 
menyerahkan kepada yg membolak 
balikkan hati kita,..... 
BIARLAH ALLAH yg MEMBALUT 
kesakitan kita dgn kita memberi 
kesempatan itu hadir dengan melepas 
dendam dan memaafkan,....

jangan tutup dirimu


Dari hati yang paling dalam
Kudendangkan...sebuah
lagu temani sepi
Sejenak iringi nurani

Ada jarak diantara kita
Selimuti sekian waktu
t'lah tersita
Ingin kuhilang jarak
terbentang....semoga

Datanglah kau kekasih
Dekap aku erat-erat
Jangan buang pelukku
yang tulus

Biarkan hujan turun
Basahi jiwa yang haus
Jangan tutup dirimu

Buat apa kau diam saja
Bicaralah agar aku
semakin tau
Warna dirimu duhai permata

Kau mimpiku...
aku tak bohong
Seperti yang kau kira
Seperti yang s'lalu kau duga
Pintaku kau percayalah
usah ragu

Datanglah kau kekasih
Dekap aku erat-erat
Jangan campakkan pelukku
yang tulus

Biarkan hujan turun
Basahi jiwa yang kering
Jangan tutup dirimu

Datanglah kau kekasih
Dekap aku erat-erat
Jangan hancurkan pelukku
yang tulus

Biarkan hujan turun
Basahi jiwa yang haus
Jangan tutup dirimu

Datanglah kau kekasih
Dekap aku erat-erat
Jangan lemparkan pelukku
yang tulus

Biarkan hujan turun
Basahi jiwa yang kering
Jangan tutup dirimu

ME n YOU

Sayangku,, 
aku ingin kau jadi pmlik tulang rusukku.. 
biarkan aku merindukan kehadiranmu. 
biarkan aku melabuhkan hatiku d'htimu.. 
Taburkan pesonamu di pelupuk mataku dan 
Dekatkan dirimu pada relung htiku.. 
..., 
Ku berharap...Tuhan 
Selalu Menyatukan hati kita, 
Membantu diriku untk selalu mencintai,mengerti dan menerima kau seutuh'y.. 
Berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan htimu.. 
1 tahun adalah awal dari kebahagiaan kita yang abadi 

Ku juga berdoa... 
Agar kau juga mencintai,mengerti dan mau menerima diri ini dngan segala kelebihan dan kekuranganku sebagaimana telah diciptakan ALLAH SWT.. 
amiin